Review Buku: The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom (Terjemahan) Bagian 2

Bagi yang belum, silahkan baca Review Buku: The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom (Terjemahan) Bagian 1 terlebih dahulu.

Review Buku : The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom (Terjemahan) Bagian 2

Reviewer : @casperrrrrr

WARREN BUFFETT WAY

PRINSIP BISNIS
1. Apakah bisnis itu sederhana dan mudah dimengerti?
2. Apakah bisnis itu memiliki sejarah operasi yang konsisten?
3. Apakah bisnis itu memiliki prospek jangka panjang yang baik?

PRINSIP MANAJEMEN
1. Apakah manajemennya rasional?
2. Apakah manajemen jujur kepada pemegang saham?
3. Apakah manajemen menentang imperatif institusional?

PRINSIP FINANSIAL
1. Fokus pada ROE, bukan EPS
2. Hitung “laba pemilik”
3. Cari perusahaan yang memiliki margin profit tinggi
4. Untuk setiap dolar yang ditahan, pastikan perusahaan menghasilkan satu dolar nilai pasar

PRINSIP PASAR
1. Berapa nilai bisnis itu?
2. Bisakah bisnis itu dibeli dengan diskon signifikan terhadap nilainya?

PRINSIP BISNIS

a. Sebuah bisnis harus sederhana dan mudah dimengerti
Pilihlah perusahaan yang anda mengerti seluk beluknya, dan berinvestasilah di dalam lingkup kompetensi anda.

b. Sebuah bisnis memiliki sejarah operasi yang konsisten
Buffett mengatakan bahwa pengembalian terbaik dicapai oleh perusahaan yang memproduksi produk atau jasa yang sama selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukan bahawa perusahaan tersebut sudah paham cara bertahan di masa-masa sulit dan tetap bisa mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Dengan konsistensi perusahaan, maka perusahaan bisa menilai future value dari perusahaan tersebut.

c. Sebuah bisnis harus memiliki prospek jangka panjang yang baik
Menurut WB, dunia ekonomi terbagi menjadi 2, yaitu kelompok bisnis komoditas dan kelompok waralaba. Nilai Waralaba (franchise value) di sini didefinisikan sebagai :
1. Dibutuhkan atau diinginkan,
2. Tidak punya pesaing,
3. Tidak teregulasi.

Untuk bisa memahami prospek jangka panjang dari sebuah bisnis, pertama-tama tentukan apakah bisnis itu merupakan bisnis komoditas atau waralaba? Jika komoditas, hindari! Kenapa? Karena komoditas menawarkan produk yang hampir-hampir tidak bisa dibedakan dari berbagai produk pesaing. Bisnis komoditas, secara umum adalah bisnis yang memberikan pengembalian rendah dan calon kuat untuk mendapat masalah profit. Hal ini disebabkan mereka hanya bisa berkompetisi dalam hal harga karena produk mereka semua serupa dan hal ini menyebabkan margin menjadi tergerogoti. Cara mereka memperoleh keuntungan dengan menjadi penyedia dengan biaya rendah.

Selain itu, kelebihan waralaba adalah dapat mentolerir kesalahan management. Sebuah waralaba bisa bertahan hidup walau pun dikelola oleh manajemen yang tidak andal, bisnis komoditas tidak.

PRINSIP MANAJEMEN

a. Manajemen harus rasional
Tindakan manajemen paling penting adalah alokasi modal yang dimiliki perusahaan. Manajemen harus bisa menentukan apa yang mesti dilakukan dengan laba perusahaan. Apakah itu menginvestasikan ulang dalam bisnis atau mengembalikan uang kepada pemegang saham sebagai dividen.

Kalau uang tunai ekstra bila diinvestasikan menghasilkan ROE di atas rata-rata (pengembalian lebih tinggi dari modal), maka perusahaan wajib menahan seluruh labanya. Jika tidak mampu, perusahaan bisa mengembalikan uang ekstra tersebut kepada pemegang saham.

b. Manajemen harus jujur apa adanya kepada para pemegang saham
Sebagai investor, kita harus bisa menilai apakah para manajer melaporkan kinerja mereka sepenuhnya dan sejujurnya. Manajemen yang mengakui kesalahan sama lugasnya seperti mengumumkan kesuksesan merupakan ciri dari manajemen yang jujur.

WB sangat menghargai manajemen yang berani melakukan diskusi terbuka untuk mendiskusikan kegagalannya secara terbuka. Orang yang mengakui kesalahannya di muka umum adalah orang-orang yang lebih mungkin memperbaiki kesalahan tersebut.

c. Manajemen harus melawan imperative institusional
Imperatif institusional adalah kecenderungan mengekor dari manajemen korporat untuk meniru perilaku manajer lain, tidak peduli betapa bodoh atau tidak masuk akalnya perilaku tersebut. Jadi rasionalitas manajemen sering kali tertekan ketika imperative institusional turut bermain. Jadi seringkali pengambilan keputusan bukan lagi berdasarkan rasionalitas dan data yang valid, tapi karena ikut-ikutan dengan perilaku manajemen lain.

Penyebab imperative institusional :
1. Manajer tidak bisa mengendalikan keinginan untuk beraktivitas.
2. Sering membandingkan penjualan, laba, dan kompensasi eksekutif dengan perusahaan di dalam mau pun di luar industri mereka.
3. Banyak yang membesar-besarkan kemampuan manajemen mereka sendiri.
4. Kemampuan alokasi yang buruk/sedikit pengalaman mengalokasikan modal.

Prinsip kerja imperative institusional : Kalau A,B,C melakukan hal yang sama, kita sebagai perusahaan D juga harus ikut berperilaku sama.

PRINSIP FINANSIAL

a. Fokus pada ROE, bukan pada EPS
Melihat EPS adalah sebuah tipuan. Sebagian besar perusahaan menahan sebagian dari laba tahun sebelumnya sebagai cara untuk meningkatkan basis ekuitasnya. Tidak ada yang spektakuler saat perusahaan meningkatkan EPS sebesar 10% di saat ekuitasnya juga naik sebesar 10%. Hal ini sama saja seperti tidak ada kenaikan return. Jadi yang perlu dilihat ialah ROE, karena ROE merupakan salah satu cerminan dari kinerja emiten.

WB percaya untuk memperoleh ROE yang baik, hanya bisa dicapai dengan memiliki sedikit saja utang atau tidak ada sama sekali. Memang betul bahwa dengan berutang, perusahaan bisa menaikkan ROE. Namun, alangkah lebih baik bisa memperoleh ROE yang tinggi tanpa bantuan leverage.

b. Hitung laba pemilik untuk mendapatkan cerminan sebenarnya dari nilai
Laba pemilik = Net Profit + depresiasi + depletion + amortiasi – CAPEX dan modal kerja tambahan.

c. Carilah perusahaan dengan margin profit yang tinggi
WB tidak suka dengan manajer dari operasi berbiaya tinggi. Mereka cenderung mencari cara untuk menambah overhead. WB lebih suka dengan manajer yang selalu berusaha mengurangi pengeluaran. Perusahaan wajib menekan biaya dengan keras ketika keuntungan berada di tingkat tertinggi. Jika biaya operasi tinggi maka tidak ada gunanya perusahaan menghasilkan nilai nominal yang besar karena margin profitnya tergerus oleh pengeluaran yang besar.

d. Untuk setiap dollar yang ditahan, apakah perusahaan menghasilkan paling tidak satu dollar nilai pasar?
Peningkatan nilai pasar harus, paling tidak sesuai dengan jumlah laba yang ditahan, satu dolar untuk satu dolar.

PRINSIP PASAR

a. Tentukan nilai bisnis tersebut
Cari perusahaan dengan PE rendah, PBV rendah, dan dividend yield besar. Untuk menilai bisnis, tentukan berapa nilai sebuah perusahaan hari ini, estimasikan total laba tunainya di masa depan, kemudian diskontokan jumlah itu dengan tingkat diskon yang sesuai.

WB selalu mencari perusahaan yang laba masa depannya bisa diprediksi, dan hampir sepasti kupon obligasi. Berapa tingkat diskon yang dipandang sesuai? Jawabannnya : tingkat yang dipandang tidak memiliki resiko.

b. Beli bisnis tersebut dengan diskon signifikan terhadap nilainya
Tujuan dasarnya : mengidentifikasi bisnis yang mendapatkan pengembalian di atas rata-rata, dan kemudian membeli bisnis-bisnis tersebut dengan harga di bawah nilai mereka. Pembelian di bawah nilai perusahaan bisa menciptakan margin aman yang sangat berpengaruh terhadap psikologi investor.

Kenapa harus beli perusahaan jauh di bawah nilai BV? Karena, jika seandainya kita membeli perusahaan 75% dari BV-nya, maka ketika terjadi penurunan signifikan sebesar 10% karena beberapa faktor, kita masih memperoleh pengembalian yang lumayan.

Essential-Buffett

METODE INVESTASI WB

Metode yang digunakan WB merupakan metode investasi fokus. Aturan-aturan investasi fokus sebagai berikut :
1. Konsentrasikan investasi anda dalam perusahaan yang luar biasa yang dijalankan oleh manajemen yang kuat.
2. Batasi jumlah perusahaan yang benar-benar bisa anda pahami. Jika anda hanya mampu memahami 10 perusahaan, maka kelola saja 10 perusahaan. Jika anda bisa mengelola lebih banyak, maka anda diperbolehkan melakukan itu. Anda tidak diharuskan memiliki saham dari sebuah perusahaan di tiap industri yang ada.
3. Berpikirlah jangka panjang, 5-10 tahun minimum, jika bisa lebih.
4. Gejolak bisa terjadi, soo??? Lanjutkan sesuai analisa awal.
5. Harus bisa bersabar. Investasi merupakan kegiatan yang tidak instan. Jika nanti saham yang anda beli sideway, bukan berarti anda salah membeli. Bisa saja, pasar belum menyadari value dari perusahaan tersebut.
6. Jangan panik karena perubahan harga karena seringkali harga pasar tidak mencerminkan nilai sesungguhnya dari perusahaan tersebut. Jika anda tidak mampu menahan panik terhadap perubahan harga secara cepat dan signifikan, anda sangat disarankan untuk berinvestasi pada instrument investasi yang lebih aman.

Review Buku: The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom (Terjemahan) Bagian 1

Berikut adalah review buku kedua yang baru saja dipresentasikan oleh @casperrrrrr di Jim Bear Club.

Review Buku : The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom (Terjemahan)

Reviewer : @casperrrrrr

“Nilai sebuah investasi bukanlah apa yang akan dihasilkan bulan ini atau selanjutnya, atau volume penjualan di triwulan selanjutnya, tetapi apa yang bisa diberikan oleh investasi itu kepada si investor dalam jangka panjang.” ~ B. Graham

Warren Buffett merupakan manusia yang masuk akal. Ia menyadari bahwa tidak mungkin bisa memprediksi pasar saham. Ketika investor dan spekulan lain, lama kelamaan, terbuai oleh tren sesaat dan bermain-main dengan berbagai pendekatan esoteric dalam berinvestasi, pendekatan masuk akan yang konsisten yang digunakan Buffett telah membantunya mengumpulkan kekayaan miliaran dolar.

Bagaimana cara Buffett melakukan itu?

1. Menganalisis saham sebagai bisnis
Ketika WB berinvestasi, dia melihat bisnis. Ia menganalisis berbagai atribut dengan doktrin bisnis, doktrin manajemen, dan doktrin finansial. Kemudian, dia menghitung berapa nilai bisnis itu.

Ketika professional lain sibuk mempelajari berbagai model penentuan harga asset, beta, dan teori portofolio modern, Buffett mempelajari laporan laba rugi, neraca, capital reinvestment requirement, dan kemampuan menghasilkan uang yang dimiliki perusahaan.

Menganalisis saham sebagai bisnis hanya bisa dipelajari dari pengalaman langsung. Seperti kata Buffett

Bisakah Anda menjelaskan kepada seekor ikan seperti apa rasanya berjalan di atas tanah? Satu hari di darat sebanding dengan seribu tahun menjelaskannya, dan satu hari menjalankan bisnis memiliki nilai yang sama

Jadi, untuk bisa memahami bisnis tersebut, kita harus berani untuk mencoba secara langsung, jangan takut untuk gagal.

Notes : memandang saham sebagai bisnis dengan cara memperhatikan aspek ekonomi perusahaan itu, dan benar-benar seakan-akan anda yang akan menjadi CEO keesokan harinya. Kemudian, lihat harganya.

2. Mengelola portofolio fokus dan ber-turnover rendah
WB mengatakan untuk mendapatkan pengembalian yang tinggi, kita harus berani melakukan pertaruhan terkonsentrasi. Dalam portofolio fokus, idealnya tidak lebih dari 20 saham. Cara terbaik mengungguli pasar : jangan beli ratusan saham, tunggu munculnya kesempatan luar biasa yang langka.

Berapa banyak saham yang harus dimiliki seorang investor? Tergantung pada pendekatan yang anda lakukan kepada investasi. Kalau anda memiliki kemampuan menganalisi dan menilai saham, anda tidak membutuhkan banyak saham. Sebagai seorang pebisnis, anda tidak perlu memiliki setiap saham dari industry besar. Anda juga tidak diharuskan menyertakan 40,50, atau 100 saham di dalam portofolio anda untuk mencapai diversifikasi yang mencukupi.

Buffett percaya bahwa satu-satunya investor yang membutuhkan diversifikasi luas adalah investor yang tidak memahami apa yang mereka lakukan.

Ukuran tradisional untuk mengukur kinerja adalah perubahan harga : harga awal yang dibayarkan dan harga pasar hari ini. Dalam jangka panjang, harga pasar pastinya mendekati nilai bisnis tersebut. Namun, dalam jangka pendek, harga-harga bergerak liar di atas dan di bawah nilai perusahaan. Harga-harga tersebut bergantung pada sejumlah faktor selain dari kemajuan bisnis. Masalah yang tersisa adalah sebagian investor menggunakan perubahan harga jangka pendek untuk mengukur kesuksesan dan kegagalan dari pendekatan yang mereka lakukan kepada investasi.

Buffett percaya bahwa menggunakan harga-harga jangka pendek untuk menilai kesuksesan sebuah perusahaan adalah hal yang bodoh. Alih–alih melihat harga jangka pendek, Buffett memeriksa tingkat utang, kebutuhan belanja modal, dan pertumbuhan perusahaan dalam menghasilkan uang.

Notes : Jangan menilai kesuksesan sebuah perusahaan melalui perubahan jangka pendek dari harga sahamnya. Sebaliknya, perhatikan fundamental bisnisnya.

Tujuan dari pemilik bisnis, kata Buffett adalah menciptakan sebuah portofolio perusahaan yang dalam 10 tahun atau lebih akan menghasilkan laba tersembunyi tertinggi. Ketika laba tersembunyi menggantikan perubahan harga sebagai prioritas tertinggi di dalam portofolio anda, banyak hal mulai berubah. Anda tidak mungkin menjual bisnis terbaik yang anda miliki hanya karena anda bisa mendapat sedikit keuntungan dari penjualan itu.

Dalam pandangan Buffett, yang masuk akal dalam bisnis juga masuk akal dalam saham, dimana seorang investor mestinya mempertahankan saham dari bisnis yang luar biasa dengan kegigihan yang sama seperti kala dia memiliki seluruh bisnis itu.

Setelah mengelola portofolio bisnis, anda harus melawan godaan untuk membeli sebuah perusahaan marginal hanya karena adan punya uang lebih. Kalau perusahaan itu tidak sesuai dengan prinsip yang anda miliki, jangan dibeli. Bersabarlah dan tunggu bisnis yang tepat. Anda salah bila anda berasumsi bahwa kalau anda tidak membeli dan menjual, anda tidak memiliki kemajuan.

3. Memahami perbedaan antara Investasi dan Spekulasi
Spekulan terobsesi dengan menerka-nerka harga dimasa depan, sementara investor fokus pada asset yang mendasar, memahami bahwa harga-harga dimasa depan sangat berhubungan dengan kinerja ekonomi dari asset tersebut. Kalau semuanya benar, sebagian besar dari aktivitas yang mendominasi pasar-pasar keuangan sekarang ini adalah spekulasi, bukan investasi.

Ketika kita memahami bahwa portofolio fokus dan bukan portofolio terdiversifikasi luas memberi kesempatan terbaik mengalahkan dana-dana indeks. Kita juga mulai mengapresiasi fakta bahwa portofolio ber-turnover tinggi menambah biaya investasi sementara portofolio yang memiliki turnover rendah menambah pengembalian potensial kita.

Kita juga mulai memahami ketidakmungkinan matematis dari upaya meprediksi perilaku bursa saham dimasa depan, kita mulai memandang curiga pada strategi spekulatif apapun yang berusaha mendapatkan laba dari berbagai perubahan yang diantisipasi dalam harga-harga saham.

Dalam bursa saham, psikologi yang terlibat di dalam investasi adalah hal yang penting. Kalau kerugian akan membuat anda merasa kesedihan, dan sebagian kerugian tak bisa dihindari, anda mungkin lebih bijak bila memanfaatkan pola investasi yang konservatif dan menabung seumur hidup.

Menurut Buffett, sebuah portofolio berbagai saham dipilih dengan baik, berdasarkan harga yang masuk akal, bisa menjadi sebuah investasi yang kuat.

Menurut graham,

Sebuah operasi investasi adalah operasi yang, dengan analisa menyeluruh, menjanjikan keamanan pada pokok dan pengembalian yang memuaskan.

Analisa yang menyeluruh yang dia tekankan dijelaskan sebagai studi saksama terhadap fakta-fakta yang tersedia dalam upaya menarik kesimpulan yang ada didalamnya berdasarkan prinsip yang ada dan logika yang kuat. Analisis juga dapat digambarkan sebagai fungsi tiga langkah : 1. Deskriptif, 2. Kritikal, dan 3. Selektif.

Dalam fase deskriptif, analis mengumpulkan semua fakta yang ada dan menyajikan berbagai fakta itu dengan cara yang cerdas.

Dalam fase kritikal, analis berurusan dengan kepatutan dari standar yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Analis hanya tertarik dengan penyajian fakta yang fair.

Dalam fase selektif, analis memberikan penilaian pada keuntungan dan kerugian dari emiten yang dianalisa.

Buffett berkata bahwa corporate turnaround jarang ada yang sukses. Hal ini pembelajaran yang ia dapat dari pembelian BH yang akhirnya bangkrut karena tidak sanggup mempertahankan bisnis disituasi saat itu.

Menurut Buffett, perusahaan asuransi adalah investasi yang baik, terkadang tidak. Namun, perusahaan asuransi adalah kendaraan investasi yang selalu menguntungkan. Kenapa? Karena pemegang polis, dengan cara membayar premi mereka, mereka memberi arus uang tunai yang konstan; perusahaan asuransi menginvestasikan uang ini, dikenal sebagai float, sampai klaim diajukan. Karena mereka tidak bisa memprediksi kapan klaim terjadi, perusahaan asuransi memilih berinvetasi dalam sekuritas pasar cair, terutama saham & obligasi.

Buffett juga mengatakan bahwa kalau anda menginginkan perusahaan terbaik, anda harus mau membayar harganya ketika perusahaan itu tersedia. Karena kita tidak bisa memprediksi harga terendah dari saham tersebut. Jadi jika menurut anda saham tersebut sudah murah dan berpotensi, anda bisa membelinya dan tidak perlu khawatir dengan pergerakan jangka pendek yang sangat liar. Hal ini ia sadari setelah dipengaruhi oleh Charlie Munger saat membeli GEICO.

Kriteria perusahaan yang baik menurut Buffett :
1) Bisnisnya sederhana dan mudah dimengerti
2) Kemampuan menghasilkan uang yang konsisten
3) ROE yang baik
4) Sedikit utang
5) Manajemen yang baik
6) Tidak tertarik pada perusahaan turnaround, pengambilan paksa atau situasi tidak jelas dimana tidak ada harga permintaan.

Notes : Cari perusahaan yang menghasilkan ROE yang tinggi dengan utang minimal.

Selain memperhatikan kriteria perusahaan yang baik, agar dapat digolongkan sebagai invetasi, Graham menambahkan, harus ada tingkat keamanan terhadap pokok dan laju pengembalian yang memuaskan. Dia mengatakan bahwa keamanan tidaklah bersifat absolut. Namun, investasi harus dipandang aman dari kerugian di bawah berbagai kondisi yang masuk akal.

Pengembalian yang memuaskan disini bersifat subjektif. Artinya pengembalian bisa dalam jumlah berapapun, berapapun rendahnya asalkan investor bertindak dengan cerdas dan mematuhi definisi investasi sepenuhnya.

3 hal penyebab kejatuhan bursa saham:
1) Manipulasi saham oleh perusahaan pialang dan investasi.
(setiap hari, pialang diberitahu saham mana yg harus dibeli dan apa yang harus dikatakan untuk menghasilkan keriuhan dari saham-saham itu)
2) Praktik umum peminjaman uang untuk tujuan membeli saham.
(Bank dengan bebas meminjamkan uang kepada spekulan, yang menunggu dengan perasaan waswas tip terpanas dari wallstreet)
3) Optimisme tak terkendali.
(Para pembeli mulai kehilangan rasa proporsionalitas mereka tentang harga, saham diberi harga berapapun.)

Seiring berjalannya waktu, investor juga mulai melihat peluang pada saham pertumbuhan. Singkatnya, perusahaan yang menumbuhkan penjualan dan pemasukan dengan laju yang lebih tinggi daripada bisnis kebanyakan. Seringkali diidentifikasi sebagai perusahaan yang memiliki laba yang bergerak dari siklus ke siklus.

business life cycle
business life cycle

Masing-masing perusahaan memiliki apa yang disebut sebagai siklus kehidupan laba. Dalam tahap pengembangan awal, pendapatan perusahaan mengalami percepatan dan laba mulai terwujud. Selama masa ekspansi cepat, pendapatan terus bertumbuh, margin laba berkembang, dan ada peningkatan laba yang meroket tajam. Dalam tahap terakhir, dikenal sebagai penurunan stabilitas, pendapatan berkurang, dan margin laba serta laba menurun.

Growth investor, menurut Graham mengalami dilema. Jika mereka memilih sebuah perusahaan yang berada di dalam tahap ekspansi cepat, mereka mungkin mendapati kesuksesan yang bersifat sementara, karena perusahaan itu belum menghadapi tahun-tahun penuh cobaan. Di sisi lain, sebuah perusahaan yang berada pada fase pertumbuhan mungkin segera bergerak ke dalam periode penurunan stabilitasi, ketika laba mulai berkurang.

Resiko dari metode growth investing adalah bisa saja perusahaan tumbuh lebih lambat daripada yang diharapkan. Kalau ini terjadi, pasar sepertinya akan memberi harga yang lebih rendah kepada sahamnya, dan investor yang tidak beruntung akan membayar terlalu banyak.

Ada pendekatan lain, untuk memilih saham-saham biasa. Graham menyebut pendekatan itu sebagai pendekatan margin aman. Ada 2 teknik untuk membelinya, yaitu :
a. Membeli saham perusahaan ketika keseluruhan pasar sedang turun (secara umum, ini terjadi selama masa ketika pasar sedang lesu atau koreksi lainnya yang sejenis)
b. Membeli saham ketika diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya walau pun pasar secara umum ketika cukup turun.

Notes : Ketika harga sebuah saham berada di bawah nilai intrinsiknya, margin aman otomatis aman.

Nilai Intrinsik

Nilai intrinsik ditentukan oleh fakta. Fakta ini termasuk aset perusahaan, penghasilan dan deviden, serta prospek pasti apa pun di masa depan. Hal paling penting dalam penentuan nilai perusahaan adalah kemampuan perusahaan itu menghasilkan laba di masa depan. Simpelnya, mengestimasi laba sebuah perusahaan dan mengalikan laba itu dengan faktor kapitalisasi yang sesuai. Faktor kapitalisasi atau multiplier, dipengaruhi oleh stabilitas laba, asset, kebijakan deviden, dan kesehatan keuangan perusahaan itu.

Graham menyatakan bahwa tidak penting menentukan nilai intrinsik pasti yang dimiliki perusahaan, sebaliknya : sebuah ukuran perkiraan atau kisaran nilai bisa diterima. Bahkan sebuah nilai perkiraan, dibandingkan dengan harga jual, sudah cukup untuk mengukur margin aman.

Graham memiliki keberatan tentang penekanan pada faktor kualitatif. Berbagai opini tentang manajemen dan sifat dasar sebuah bisnis tidak mudah diukur dan sulit diukur. Jika investor terlalu menekankan pada konsep yang sulit dipahami, potensi kekecewaan akan meningkat. Pengalaman membuat Graham percaya bahwa ketika investor bergerak menjauhi asset keras dan kearah hal-hal yang tak tampak, mereka mengundang cara-cara pikir yang berpotensi berbahaya.

Mulai dengan nilai asset neto sebagai titik berangkat fundamental. Kalau anda membeli asset, kelemahan anda terbatas pada nilai likuidasi dari asset-aset tersebut. Kalau kita mengukur nilai intriksik terbesar suatu perusahaan dari kualitas manajemen saja, maka margin aman hanya tersisa sedikit. Sebaliknya ukurlah perusahaan dari berbagai faktor yang bisa diukur sehingga margin aman lebih besar.

Aturan Graham :
1. Beli perusahaan dengan harga kurang dari 2/3 nilai asset neto yang ada
2. Fokus pada saham-saham dengan PE rendah

Bersambung ke Bagian Kedua : WARREN BUFFETT WAY

Review Buku : Sukses Berinvestasi ala Buffett by James Pardoe (Terjemahan)

Salah satu kegiatan di Jim Bear Club adalah Review Buku, Gratis Bukunya! JBC akan membelikan bukunya dan member kemudian mempresentasikan kepada seluruh anggota klub hasil bacaannya.

Berikut adalah review buku perdana yang baru saja dipresentasikan oleh @mai829.

Review Buku : Sukses Berinvestasi ala Buffett by James Pardoe (Terjemahan)

Reviewer : @mai829

Berinvestasi adalah mengenai kemampuan untuk memahami gambaran besar, bukannya terpaku pada detail-detail teknis.

Salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adalah mengingatkan diri bahwa anda membeli sebagian andil dari bisnis yang benar-benar ada. Lembaran saham itu sendiri tidak ada artinya; saham hanyalah representasi bisnis yang riil. Dengan kata lain membeli saham berarti membeli bisnis yang tepat. Dalam jangka panjang, bisnis yang tepat hampir selalu berarti kekayaan. Dengan analogi yang sama, bisnis yang salah tidak akan mampu memberikan keuntungan serupa – dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Prinsip utama dari filosofi investasi Buffett adalah : Belilah saham dari perusahaan hebat yang dikelola oleh orang-orang yang jujur dan kompeten. Beli bila harga saham tersebut berada di bawah nilai aktualnya sebagaimana tercermin dalam potensi perolehan laba perusahaan di masa yang akan datang. Kemudian pertahankan saham itu dan tunggu situasi pasar menegaskan penilaian anda.

Dalam memilih bisnis yang akan dibeli, Buffett memiliki beberapa kriteria :

1. Bisnis yang anda mengerti.
2. Bisnis tersebut mempunyai franchise ekonomi:
a) Diperlukan dan diinginkan.
b) Tidak membutuhkan modal yang berlebihan.
c) Dipandang tidak memiliki substitusi yang dekat oleh pelanggannya.
d) Tidak terpengaruh oleh regulasi harga.
3. Bisnis yang dijalankan oleh orang-orang yang jujur dan kompeten.
4. Bisnis dengan prospek jangka panjang yang menguntungkan (bukan karena pergerakan harganya tiap hari).
5. Bisnis yang ditawarkan dengan harga yang sangat menarik

Sebelum menentukan bisnis yang ingin dibeli, beberapa hal yang harus disiapkan adalah :

1. Pelajari dasar-dasar akuntansi dan bisnis di pasar saham.
2. Laba, pendapatan, arus kas, neraca, dan laporan laba rugi adalah beberapa hal penting yang dapat membantu anda menentukan kesehatan jangka panjang bisnis yang akan anda beli.
3. Menentukan nilai wajar suatu perusahaan.
4. Miliki temperamen yang sesuai dengan proses investasi.
5. Belajar berpikir secara independen.
6. Kembangkan sebuah lingkaran kompetensi dan beroperasilah pada wilayah itu.
7. Kenali Mr Market dan Margin of Safety.
8. Seleksi bacaan anda dan banyaklah membaca.
9. Perhatikan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam investasi anda dan mengurangi return anda.

Langkah berikutnya:

1. Carilah perusahaan yang ramah pada pemegang saham. Yang menerapkan program pembelian kembali saham (stock repurchase), perusahaan yang hemat, dan alokasi modal yang rasional.
2. Carilah bisnis yang saat ini mengerjakan hal yang sama dengan yang dikerjakannya satu dekade lalu. Karena bisnis ini telah sangat berpengalaman menjalankan bisnisnya. Dan telah menemukan ceruk dimana berbagai hal tidak berubah dengan sangat cepat. Dengan berasumsi bahwa hal ini akan tetap sama di masa depan, kecil kemungkinan perusahaan tersebut membuat kekeliruan yang besar.
3. Perlu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar. Cobalah untuk menyaring keluar bisnis yang mungkin terganggu dengan munculnya teknologi atau pesaing baru.
4. Konsentrasikan investasi anda.
5. Fokuslah pada prospek jangka panjang bisnis di mana anda berinvestasi. Jangan menghabiskan waktu mengkhawatirkan seperti apa situasi pasar dalam satu bulan atau satu tahun dari sekarang.
6. Jadilah analis bisnis. Analisis prospek bisnisnya, tim manajemennya, dan seterusnya.
7. Jangan fokus pada peristiwa makro (terorisme, tingginya harga minyak, hasil pemilihan presiden, dll), tapi perhatikanlah peluang yang mungkin muncul karena peristiwa-peristiwa tersebut. Sehingga anda dapat mengetahui kapan harga saham turun karena peristiwa eksternal.
8. Sebagian besar investasi terbesar Buffett dilakukan baik pada saat pasar turun (ketika harga saham bisnis-bisnis hebat merosot bersama saham-saham lain), atau pada saat perusahaan bagus mengalami kesulitan sementara yang masih dapat diatasi dan harga saham mereka turun. Kuncinya adalah ketahui perbedaan antara kemunduran sementara dengan kegagalan fatal yang nyata yang terjadi di perusahaan.
9. Abaikan ramalan (proyeksi, prediksi) pasar saham. Investasi adalah mengenai bertindak begitu anda menemukan ada bisnis bagus yang diberkati dengan manajemen yang baik. Intinya adalah melihat kinerja yang sudah terbukti dan bukan proyeksi atau prediksi.
10. Kunci dalam investasi adalah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Belajarlah dari kesalahan orang lain sebagaimana anda belajar dari kesalahan anda sendiri.

Langkah terakhir :

Buat daftar perusahaan favorit anda (perusahaan yang ingin anda miliki untuk 5 sampai 10 tahun mendatang) dan harga tertinggi yang bersedia anda bayarkan untuk sahamnya, dan lakukan monitoring sesering mungkin.

Dan setelah anda membelinya :
Duduk diam dan tunggu. Karena waktu adalah sahabat bisnis yang hebat. Jika pertanyaannya adalah, “Berapa lama anda akan menunggu?” jawaban Buffett adalah, “Jika kita telah membuat keputusan yang benar, kita akan menunggu selamanya.”

Nilai intrinsik

Nilai intrinsik adalah pengukuran yang benar-benar valid. Tujuannya adalah untuk menentukan nilai diskonto kas yang dapat diambil selama umur hidup bisnis tersebut.

Nilai intrinsik adalah estimasi yang “sangat subyektif”. Arus kas di masa mendatang terkoreksi naik atau turun, dan nilai intrinsiknya mengambang di antara kisaran tersebut. Bermacam-macam tingkat bunga juga mempengaruhi perhitungan nilai intrinsik. Meski begitu, nilai intrinsik tetap menjadi titik pangkal yang paling bermanfaat untuk memahami keunggulan relative sebuah investasi dibandingkan dengan investasi lain.

Temperamen yang sesuai dengan proses investasi :

1. Temperamen yang sesuai dengan proses investasi artinya mempertahankan akal sehat anda setiap saat.
2. Mempertahankan tekad baja dan sikap tenang ketika segala sesuatu terlihat memburuk.
3. Namun juga mempertahankan pikiran tetap jernih pada situasi-situasi ekstrem lainnya: misalnya, ketika pasar saham melonjak dan orang-orang di sekitar anda mulai tamak dan lepas kendali.
4. Tenang saja, karena histeria sesaat akan menyurut, perusahaan yang kuat akan bangkit, dan harganya pasti akan tinggi.

Berpikir independen

Gunakan fakta dan alasan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan dan kemudian bertahan pada kesimpulan tersebut, tidak peduli apakah orang banyak akan setuju atau tidak setuju dengan anda.

“Anda benar atau salah bukan karena orang-orang setuju atau tidak setuju dengan anda. Anda benar karena fakta-fakta dan alasan-alasan yang anda miliki adalah benar.”
(Ben Graham)

Lingkaran kompetensi

Kembangkan sebuah lingkaran kompetensi (wilayah keahlian), beroperasilah pada wilayah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan peluang yang muncul di luar wilayah itu. Ukuran lingkaran kompetensi anda tidak terlalu penting. Yang penting adalah mengetahui bataasan-batasannya dan bertahan di dalamnya. Cobalah keluar dari lingkaran, dan peluang melakukan kesalahan investasi akan berlipat ganda.

Kenali Mr Market

Buffett mendeskripsikan Mr Market sebagai seorang partner bisnis. Seseorang dengan masalah emosional yang tidak dapat disembuhkan yang muncul setiap hari, tanpa jeda, dan yang menentukan harga di mana ia akan menjual (membeli) sahamnya dalam bisnis kepada (dari) anda.

Saat dia merasa sangat gembira, dia hanya melihat hal-hal yang bagus pada bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada surat-surat berharganya.

Pada saat dia sedih, dia tidak melihat apa pun kecuali kesulitan yang ada di dalam dan di luar bisnis. Dalam suasana hati seperti ini, dia menetapkan harga yang sangat murah atas sahamnya dan berharap anda akan membelinya.

Yang harus anda lakukan adalah mengetahui bagaimana suasana hati Mr Market hari ini, dan memutuskan apa yang akan anda lakukan berkaitan dengan hal tersebut. Mengabaikannya? Memanfaatkannya? Kuncinya adalah jangan pernah jatuh di bawah pengaruhnya.

Carilah Margin of Safety

Margin of safety adalah kondisi harga saham yang secara substansial lebih rendah dari nilai bisnisnya. Disinilah irasionalitas Mr Market bekerja untuk anda. Kadang-kadang, Mr Market bisa sangat muram, sehingga harga saham turun dengan tajam. Hal tersebut memberi anda peluang untuk meraih margin of safety pada saat membeli saham. Pada akhirnya, pasar akan mengetahui nilai bisnis tersebut yang sebenarnya. Cepat atau lambat, nilai akan berbicara. Pada saat menilai margin of safety, gunakanlah konsep “nilai intrinsik” sebagai titik pangkal.

Yang harus diwaspadai adalah :

1. Tentukan keputusan investasi anda sendiri. Hadapi para penasihat keuangan, pialang, dan para peramal dengan skeptisme dalam dosis yang cukup. Ingatlah bahwa hampir semua dari mereka mempunyai agenda pribadi yang tidak menempatkan kesejahteraan keuangan anda pada urutan pertama.
2. Latihlah diri untuk sabar dan disiplin untuk mempertahankan saham perusahaan yang mempunyai manajemen dan fundamental yang kuat.
3. Akan banyak saham yang “menggoda” untuk dibeli saat ini juga. Namun bersabarlah, biarkan saja mereka berlalu. Sampai benar-benar ada saham yang memenuhi semua kriteria, dan berikan investasi terbesar anda di sana (dan dapat bertoleransi terhadap risikonya).
4. Sebagai seorang investor, anda perlu secara spesifik mendefinisikan lingkaran kompetensi anda. Selanjutnya mendefinisikan apa yang ada di luar lingkaran kompetensi tersebut. Initial Public Offering (IPOs: penawaran saham pertama kali), shorting stock, reksadana, futures, saham sen-senan, dan opsi saham – apakah anda memahami semua itu? Dapatkah anda mengevaluasi profitabilitas masa depan dari semua itu dengan baik? Jika anda tidak dapat memahami atau mengevaluasinya, maka hal-hal tersebut ada di luar lingkaran kompetensi anda, dan anda seharusnya tidak terlibat dengan semua itu.

Yang harus dihindari adalah :

1. Keluar masuk pasar. Transaksi yang terlalu sering akan memunculkan biaya-biaya (biaya transaksi, biaya aktifitas, komisi, pajak, dan biaya-biaya lain yang terkait investasi) yang akhirnya merugikan investor.
2. Hindari bisnis dalam industri yang terus berubah.
3. Hindari berinvestasi pada perusahaan yang punya sejarah memain-mainkan catatan keuangan dan akuntansinya.
4. Abaikan grafik. Analisis teknis, market timing, intraday trading, wave theories, detrending oscillators, dan lain-lain. Analisis teknis dijalankan hampir benar-benar berlawanan dengan kerangka konseptual Buffett mengenai investasi. Analisis teknis menekankan pada volume, grafik, dan pergerakan harga dalam memilih saham. Buffett menekankan pada nilai sebuah bisnis, dan mencari selisih antara nilai bisnis dan harga sebagian kecil dari bisnis tersebut di pasar.

Perhatikan manajemennya :

1. Apakah tim manajemen bekerja untuk para pemegang saham, ataukah mereka bekerja untuk memperkaya diri dengan biaya perusahaan (misalnya, melalui gaji yang berlebihan, bonus, opsi saham, dan fasilitas-fasilitas mahal) ?
2. Apakah manajemen hemat atau kelebihan beban karena pemborosan?
3. Apakah manajemen berdedikasi untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan alokasi rasional modal?
4. Apakah manajemen melakukan pembelian kembali (repurchase) saham untuk kepentingan para pemegang saham dan menghindari penerbitan saham baru yang akan mengurangi kepemilikan pemegang saham?
5. Apakah pemegang saham diperlakukan seperti partner atau kambing hitam?
6. Apakah laporan tahunan perusahaan jujur dan terus terang atau mengandung kecurangan?
7. Apakah manajemen nampak menggunakan sistem akuntansi yang jujur, atau kelihatan menyembunyikan informasi dan angka-angka yang benar?

Contoh dari manajemen yang buruk :

1. Analisis akuntansi mereka. Jika tampak lemah, jauhilah.
2. Jika dalam laporan tahunan, perusahaan tidak membebankan opsi saham; menyajikan dana pensiun yang muluk-muluk; menonjolkan EBITDA, dan mengandalkan berjubel catatan kaki yang susah dimengerti, itu pertanda buruk.
3. Jika anda tidak dapat memahami sesuatu dalam laporan keuangan perusahaan, itu karena manajemen tidak ingin anda memahaminya.
4. Bila seorang eksekutif mengklaim bahwa mereka mengetahui masa depan, itu pertanda buruk. Dan pada saat seorang eksekutif benar-benar mencapai angka-angka tersebut, kuartal demi kuartal, itu benar-benar pertanda buruk. Sangat dimungkinkan bila sesuatu telah dimanipulasi.

Quotes :

1. Tingkat kesulitan tidak diperhitungkan dalam berinvestasi.
2. Jika anda tidak memahami sebuah bisnis, jangan beli.
3. Waktu adalah sahabat bisnis yang hebat.
4. Dalam investasi, aktivitas (jual beli) tidak sama dengan prestasi.
5. Kinerja bisnis adalah kunci dalam memilih saham.
6. Jangan berpikir mengenai “saham dalam jangka pendek”. Berpikirlah mengenai “bisnis dalam jangka panjang”.
7. Dalam jangka pendek, pasar adalah mesin penghitung suara, tapi dalam jangka panjang, pasar adalah mesin pembobot.
8. Ketika keirasionalitasan pasar keuangan dikendalikan oleh ketamakan atau ketakutan, saat itulah peluang besar terbuka lebar.
9. Fluktuasi pasar adalah kesempatan.
10. Hanya beberapa investasi baguslah yang diperlukan.
11. Anda benar atau salah, bukan karena orang-orang setuju atau tidak setuju dengan anda. Anda benar karena fakta-fakta dan alasan-alasan yang anda miliki adalah benar.
12. Jangan mengikuti arus tanpa berpikir dan jangan melawannya tanpa berpikir, dengan semangat asal berbeda.
13. Jika anda menempatkan 90% dari bisnis yang ada di luar lingkaran kompetensi anda, sangat mungkin bagi anda untuk melakukan investasi jauh lebih baik pada 10% yang tersisa.
14. Seperti Tuhan, pasar akan membantu mereka yang berusaha. Tapi pasar tidak akan memaafkan mereka yang “tidak tahu apa yang mereka lakukan”.